Minggu, 12 Juni 2011

Modernisasi, GLobalisasi, dan Universalisme


Setiap individu berkeinginan mengalami perubahan yang lebih baik, maju, sejahtera,. Karena hal ini maka muncullah proses modernisasi , globalisasi, dll. Dalam kehidupan yang lebih bak dan maju dari kehidupan sebelumnya ditandai dari :
·         Alam pikiran rasional
·         Ekonomis
·         Efektif
·         Efisien
Mengenai globalisasi banyak pertentangansesuai dengan sudut pandangnya,Namun dari kata dasarnya yaitu global dapat diketahui bahwa globalisasi berarti menyeluruh , antar individu , kelompok,ataupun Negara saling mempengaruhi.Globalisasi sering dimaksudkan dengn internasiolisasi, liberalisasi, universalisasi, westernisasi,transplantasi, suprateritorialitas.
Universalisme ialah semakin tersebarnya hal material maupun  immaterial ke seluruh dunia.

Stratifikasi Sosial


Stratifikasi Sosial merupakan suatu konsep dalam sosiologi yang melihat bagaimana anggota msyarakat dibedakan berdasarkan status yang dimiliknya.
Kriteria yang dominan sebagiai basic pembentuka pelapisan social ialah:
ü  Ukuran kekayaan
ü  Kekuasaan dan wewenang
ü  Ukuran kehormatan
ü  Ukuran ilmu pengetahuan
Stratifikasi dapat terjadidengan sendirinya (bagian dari proses pertumbuhan masyarakat). Beberapa factor yang menyebabkan tumbuhnya stratifikasi sosial diantaranya kepandaian , usia, system kekrabatan ,harta, dll.

Human and His Problem


Sudah menjadi rahsia umum bagaimana kondisi masyarakat dan pendidikan Indonesia sekarang ini. Kondisi tersebut tentunya terkait dengan mausia sebgai subjek hidup dan yag mengalamkehidupan tersebut. Manusia tak lepas dari masalah dan yakni kesenjangan antara harapan dengan kenyatan .
Mengacu pada kehudupan umum, maka kita akan berhadapan denga masalah social. Menurut Soerjono Soekanto, masalah social ialah suatu ketidaksesuaian antara unsure-unsur kebudayaan atau masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok social. Hal in terjadi dan dikatakan masalah social sesuao keputusan masyarakat yang kemudian disosialisasikanmelalui suatuentitas. Keparahan masalh social diukur antara suatu yang ideal dengan realita.
Ada yang dinamakan Manifest Social Problem yaitu msalah yag timbul sebagai akibat yang pada umumnya tidak menyukai tindakan menyimpang, sehigga berupaya menghadapi dan mengatasinya( sudah ada dan terjadi ) .Ada juga masalah social laten ialah masalah social yangsudah ada , belum meluas namun oleh sekelompok orang ditutupi dan dianggap tidak ada.
 Beberapa contoh masalah social, diantaranya :
1)      Kemisikinan
2)      Kejahatan
3)      Perpecahan keluarga
4)      Maslah genaerasi muda
5)      Peperangan
6)      Dll.

Manusia sebagai makhluk Individu, Sosial, Politik, Ekonomi, Budaya, dan Psikologi


Manusia sebagai makhluk hidup yang tidak terbagi (individu = in dan divided) antara jiwa dan raga. Dalam suatu kegiatan atau pekerjaan , manusia melibatkan keduanya dan merupakan kesatuan, berkepribadan yang khas, karakterisitik, watal yang berbeda antar individu.
Manusia sebagai makhluk social atau bermasyarakat yakni individu yang tidak mampu hidup sendiri, bergantung pada orang lain. Implikasinya :
  • ·         Sadar bahwa seorang manusia tidak berdaya tanpa campur tangan orang lain
  • ·         Sadar pentingnya ineraksi dengan orang lain
  • ·         Penghargaan akan hak-hak orang lain
  • ·         Ketaatan terhadap norma-norma yang berlaku
Manusia sebagai makhluk politik ditandai dengan penentuan atas pilihan-pilihan dalam menjalani hidupnya. Manusia mempunyai keinginaan dan akan memilih untuk merealisasikan keinginan tersebut, dengan adanya penentuanstrategi pencapaian. Manusia sebagai zoon Politicon (menurut Aristoteles) yakni binatang yang berpolitik karena berpolitik merupakan garis batas pembeda antara manusia dan hewan.
Manusia sebagai makhluk budaya yaitu mampu menciptakan kebaikan, kebenaran, keadilan, dan bertanggung jawab, mendayagunakan akalbudi untuk menciptakan kebahagiaan bagi dirinya ataupun masyarakat.
Manusia sebagi makhluk ekonomi.Hal ini ditunjukan dengan adanya kegiatan manusia dalam memenuhi aatau memuaskan kebutuha sesuia dengan kemampuanya. Dan diharapkan karena manusia ialah makhluk berbudaya maka akan linier dengan posisi makhluk ekonomi yang bermoral, dengan memilih dan menggunakan SDA untukpemenuhan kebutuhan dengan memperhatikan nilai-ilai agama dan norma social, slektif, dan peduliterhadap kelestarian lingkugan.
Manusia sebagai makhluk psikologi.kita tahu para ahli humaiora tak henti-hentinya mengkaji tentang manusia. Dari sudut pandang psikologinya manusia ialah makhluk yang memliki harmon jiwa, kadfang benci, cinta, lupa, dan sifat-sifat lainnya., memiliki bawaan universal dan unik.


Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya


Kedua cabang ilmu ini memiliki relevansi erat dengan kehidupan manusia. Ilmu social mengkaji keadaan manusia dalam tahapan analisis dinamika, sedangkan ilmu budaya mengenai aspek-aspek paling mendasar dalam kehidupan manusia sebagai makhluk berbudaya.
Kita mengenla ISBD yaitu integrasi dari ISD dan IBD. Pentingnya ISBD diajarkan di oerguruan tinggi umum yakni didasri oleh 4 landasan:
  • Landasan Historis
·         Nenek moyang kita orang beragama
·         Memilik warisan budaya dan peradaban tinggi
·         Bangsa Indonesia dienal ramah, cinta damai, toleran, gotong royong
  • Landasan Filosofis
  •  Landasan yuridis formal
  •  Landasan Pedagogis